Jangan Anggap Sepele! Deteksi Ciri-Ciri Penyakit Kista Ovarium Sejak Dini!

Ciri – Ciri Penyakit Kista Ovarium – Sering kali, ciri ciri penyakit kista ovarium tidak terdeteksi sejak awal. Karenanya, banyak wanita yang baru sadar kalau ia memiliki kista setelah kistanya pecah atau terjadi torsi ovarium, yaitu kondisi ketika indung telur terpelintir dan menyebabkan berhentinya aliran darah menuju area tersebut. Karena itulah penting bagi Anda untuk mengenali gejala awal kista ovarium.

ciri ciri kista ovarium dan gejala kista

Ciri - Ciri dan Gejala Kista Ovarium yang Wajib Anda Waspadai

  1. Nyeri di panggul atau punggung bawah.

Rasa nyeri yang timbul pada daerah ini adalah salah satu ciri-ciri yang paling umum terjadi. Penyebabnya adalah pertumbuhan kista ovarium yang telah menekan daerah di sekitarnya sehingga timbulah rasa nyeri yang cukup intens. Nyeri ini bisa dirasakan ketika penderita tengah haid. Padahal, nyeri panggul karena haid sifatnya tidak lumrah.

Nyeri yang timbul saat kista masih utuh biasanya bersifat ringan. Akan tetapi, jika kista tersebut sudah pecah atau ruptur, rasa yang timbul biasanya seperti perasaan tertusuk di area perut bagian bawah. Karenanya, segera berkonsultasi dengan dokter jika nyeri panggul Anda tidak juga kunjung reda.

  1. Perut menjadi besar.

Ada berbagai alasan mengapa ukuran perut seorang wanita membesar, dan timbunan lemak bukan satu-satunya jawaban. Sebab, adanya kanker atau kista ovarium juga bisa menyebabkan kondisi ini. Apabila kista yang tumbuh memakan tempat di dalam perut, maka hal ini akan mengakibatkan timbulnya rasa tertekan pada perut. Akibatnya, perut pun terlihat menggembung dan bengkak. Dan ketika kistanya pecah, tekanan akan hilang dan perut akan kempes, namun akan diikuti dengan rasa sakit yang luar biasa.

Kapan Anda harus ke dokter jika Anda menemukan gejala ukuran perut yang membesar? Sebab, masalah pencernaan atau makan dalam jumlah yang terlalu banyak juga dapat menyebabkan kondisi ini. Anda bisa gunakan ini sebagai patokan Anda: jika perut Anda membesar terus selama lebih dari 3 minggu, segera temui dokter.

  1. Timbul rasa sakit saat melakukan hubungan seks.

Kista ovarium tumbuh pada area tubuh yang terasa “padat”. Akibatnya, tekanan yang ditimbulkan pun akan terasa amat sangat pada bagian panggul atau perut. Karena itulah jika ukuran kistanya membesar, penetrasi yang bahkan paling minim pun bisa menimbulkan rasa sakit yang luar biasa.

Bagi Anda yang sudah menopause, gejala ini harus lebih diwaspadai lagi. Sebab, bisa jadi ini merupakan gejala kanker ovarium. Untuk memastikannya, temui dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.

gejala kista ovarium dan ciri ciri kista

Gejala Kista Ovarium

  1. Makin sering buang air kecil.

Meningkatnya frekuensi Anda buang air kecil juga bisa menjadi salah satu ciri ciri penyakit kista ovarium yang wajib diwaspadai sejak dini. Sebab, pembesaran kista akan menekan kandung kemih Anda dan berakibat pada berkurangnya daya tampungnya. Selain itu, penderita juga bisa jadi merasa kesulitan untuk mengosongkan kandung kemih. Akibatnya, timbul perasaan bahwa buang air kecil tidak tuntas. Rasa sakit dan terbakar ketika kencing juga salah satu gejala yang dialami penderita, walaupun tidak selalu terjadi di semua kasus.

  1. Haid yang tidak seperti biasa atau tidak normal.

Jika Anda tiba-tiba haid yang tidak biasa atau terasa menyakitkan, sehingga tubuh Anda mengeluarkan banyak darah, bisa jadi itu merupakan gejala kista ovarium. Selain itu, muncul rasa sakit pada bagian panggul, baik sebelum maupun sesudah datang bulan. Anda harus waspada karena pendarahan hebat juga dapat menyebabkan anemia. Karena itulah segera hubungi dokter jika hal ini terjadi pada Anda.

  1. Munculnya rasa sakit ketika buang air besar.

Gejala lain yang bisa dirasakan oleh penderita penyakit kista ovarium di tahap awal adalah adanya rasa sakit ketika sedang buang air besar. Rasa nyeri yang tiba-tiba datang itu timbul dikarenakan tekanan kista yang membesar pada usus, lambung, serta saluran kemih. Apabila rasa sakit yang muncul tidak juga lekas hilang, sering terjadi, atau datang secara tiba-tiba, jangan tunda-tunda lagi dan periksakan diri ke dokter!

  1. Merasa mual dan muntah-muntah.

Ciri-ciri ini seringnya merupakan tanda apabila kista ovarium di dalam tubuh sudah ruptur. Akibatnya, cairan yang terdapat di dalam kista akan masuk ke dalam perut dan menyebabkan iritasi pada lapisan dinding peritoneum. Kemudian, timbullah radang yang memicu munculnya rasa mual. Dan umumnya, penderita juga akan mengalami muntah-muntah karena rasa mual yang timbul tersebut.

ciri ciri dan gejala kista ovarium
  1. Terjadi pendarahan.

Saat sisa cairan atau darah yang berasal dari kista yang pecah masuk ke dalam perut, maka cairan tersebut bisa keluar melalui vagina. Akan tetapi, karena kista ovarium umumnya lebih rentan pecah ketika penderita tengah datang bulan, banyak dari mereka yang menganggapnya sekadar darah haid biasa. Lantas, apakah ada tanda lainnya yang perlu diwaspadai?

Apabila pendarahan vagina yang dialami diikuti oleh rasa nyeri pada panggul yang ekstrem, jangan sampai Anda remehkan kondisi ini. Segera hubungi dokter untuk konsultasi dan pemeriksaan lebih lanjut!

  1. Payudara menjadi terasa sensitif.

Selain merasakan mual dan muntah, pasien penderita penyakit kista ovarium pun dapat merasakan gejala ini. Meningkatnya sensitivitas payudara yang dialami mirip seperti yang dirasakan wanita yang tengah hamil. Akan tetapi, pada kasus ini, tanda ini bisa jadi diikuti dengan siklus menstruasi yang tidak teratur. Sebab, perubahan hormon pada tubuh bisa menyebabkan sensitifnya payudara maupun berkembangnya kista ovarium.

  1. Nafsu makan terganggu.

Pasien yang memiliki kista pada ovariumnya biasanya juga akan mengalami gangguan nafsu dan pola makan. Apabila Anda biasanya tidak mengalami masalah apa pun ketika sedang makan, maka nafsu makan yang hilang atau perasaan mudah kenyang setelah makan hanya sedikit saja bisa jadi merupakan sinyal bahwa Anda memiliki penyakit kista ovarium.

Hal ini disebabkan membesarnya ukuran kista sehingga perut tidak lagi memiliki cukup ruang untuk menampung makanan yang masuk. Dampaknya, nafsu makan pun menurun. Selain itu, gangguan makan juga bisa jadi merupakan tanda dari penyakit yang lebih kronis, misalnya kanker ovarium. Lama-kelamaan, pasien pun akan kehilangan berat badan dalam jumlah yang signifikan dan merasa lekas lelah.

Bagaimana Dokter Mendiagnosis Kista Ovarium

Dokter akan melakukan pemeriksaan terutama pada bagian panggul untuk menentukan apakah seseorang memang memiliki kista ovarium. Pemeriksaan fisik dilakukan untuk mengamati adanya pembengkakan atau benjolan pada ovarium. Kemudian, pemeriksaan USG dilakukan dengan menggunakan gelombang suara untuk mengonfirmasi keberadaan kista ovarium secara visual.

Selain kedua proses pemeriksaan tersebut, ada beberapa pemeriksaan penunjang yang dokter Anda mungkin akan lakukan untuk mendapatkan diagnosis yang lebih akurat. Contohnya pemeriksaan CT scan dan MRI guna mendapatkan pencitraan atau gambar organ tubuh internal.

Karena sebagian besar penyakit kista bisa hilang sendiri dalam kurun beberapa minggu maupun bulan, maka operasi bukanlah langkah yang akan langsung dianjurkan oleh dokter. Biasanya, dokter akan mengulangi proses pemeriksaan setelah beberapa minggu atau bulan untuk memantau keberadaan atau kondisi kista. Tes tambahan akan dilakukan apabila kondisi penderita tidak mengalami perubahan, atau ukuran kista justru membesar.

Itulah beberapa ciri ciri penyakit kista ovarium umum yang biasa terjadi pada tahap awal. Apabila Anda mengalaminya, segera hubungi dokter untuk penanganan medis yang sesuai.

Related Post